Kamu Nggak Butuh Kisah Cinta yang Fenomenal


(Rip-my cat)




Sejak mendengar kata cinta, juga melihat kisah cinta, di TV. Sejak kecil, ambil contoh kisah cinta dari film india. Secara film india menggambarkan kisah cinta yang begitu emotional, sangat menyentuh dan lagi sesuatu yang sungguh penuh 'keajaiban'

Pernah terlintas di pikiranku, akankah aku juga memiliki kisah cinta yang sungguh menarik, unik, fenomenal dan sangat tak biasa?

Di luar kisah-kisah yang ada di film India, (karena memang hal-hal itu yang jadi sahabat masa kecil) di luar sana, ada begitu banyak kisah cinta yang memang sungguh fenomenal. Kisah cinta mereka sungguh luar biasa.

Terdekat yang terlintas di pikiranku, kisah cinta Pak habibie dan Ibu Ainun, Kisah cinta jaman Rosul SAW, yaitu kisah putri beliau, fatimah Az-zahra dan Ali bin abi thalib, Kisah Romeo dan juliet (Bagaimanakah kisah mereka sesungguhnya??? >_< dan aku baru menyadari juga, aku bahkan tidak begitu paham dengan kisah mereka. Hanya memang kisah mereka sangat terkenal)

Kisah cinta Fahri dan Aisya dari AAC, juga Anna dan Azzam dari KCB, juga kisah Ayyas dan Linor, dan kisah cinta nyata dari Ust. Felix dan ummu Alila, dan kisah Alga biru dan sayf Muhammad.

Kisah cinta Tom Bilyeu dan Lisa, seseorang yang baru-baru ini begitu menarik untuk dijadikan guru, karena memang kisahnya, hal-hal yang dia ajarkan, sungguh menarik. Dan ada lagi kisah Jay Shetty dan istrinya. I love this couple. 

Itu semua bisa jadi hal kita irikan. Namun untuk apa sesungguhnya  kisah cinta yang fenomenal??

Kecuali kamu seorang penulis, mungkin kamu memang sudah sering mengkhayalkannya, dalam imagimu dan telah kau rangkum dalam tulisan, hingga kaupun menginginkan hal tersebut terjadi dalam kehidupan nyatamu.

Namun sesungguhnya, hal tersebut sangatlah nggak penting banget. Kita sama sekali nggak perlu iri dengan sebuah kisah cinta yang fenomenal, namun cukuplah kita sendiri, kita pribadi MEMILIKI CINTA yang fenomenal itu sendiri.

Seseorang yang harusnya kita cintai secara fenomenal itu, diri kita sendiri. (must have heard about self-love?? It is exactly what it is.)

Self love. Bahkan jika kita juga baru menyadari akan pentingnya self-love, itu bisa jadi kisah cinta kita yang fenomenal, bagaimana kita bisa mengenal, menyadari akan pentingnya self-love itu sendiri.

Dan berawal dari self-love, seperti perjalanan kereta dari satu stasiun ke stasiun selanjunya, selama perjalanan pencarian kita terus berlanjut, maka kisah cinta ini juga akan terus berlanjut.

Dan selanjutnya, kesadaran akan cinta kepada orangtua kita. Cinta kepada mereka bukan hanya karena obligasi kita terhadap perintah agama. Namun karena penuh kesadaran, akan hal yang telah mereka lakukan terhadap kita.

Ya, tidak semua dari kita benar-benar mendapat kasih sayang yang fenomenal. Namun orang tua kita telah melakukan hal terbaik yang bisa mereka lakukan, sejauh pengetahuan yang mereka miliki juga. Jika ini yang terjadi, maka alangkah sangat baiknya, cukup kita fokuskan pandangan kita pada hal-hal baik yang telah mereka lakukan.

Dan cukup dengan MEMILIKI CINTA yang fenomenal itu sendiri, kisah cinta kita, akan terus berlanjut pada hal-hal yang fenonemal. Bukan untuk mata orang lain, bukan untuk memperoleh persetujuan mereka, namun untuk kita sendiri. Purely, hal tersebut untuk perjalanan kisah kita, dalam memperbaiki diri. Kisah kita untuk lebih mengenal diri sendiri. Dan tentu untuk hal yang benar-benar kita percayai.