Happiness is simple. Really?

(corat-coret)

Bahagia adalah tujuan utama atau hal yang paling dicari dalam hidup.

Iyakah?

Mengutip pernyataan Ustad Nouman, alquran bahkan SAMA SEKALI TIDAK MEMBAHAS tentang kebahagiaan, yang ada dibahas tentang kepuasan hati (contentment).

Kebahagiaan?  nanti di kesimpulan.

Dalam hidup ada beberapa jenis kelompok berdasarkan hal-hal yang setiap individu perjuangkan.

Berikut diantaranya :

1. Mengejar kebahagiaan

Ya, mencari kebahagiaan menjadi tujuan kelompok pertama. Bahagia?

~ "Aku hanya ingin bermalas-malasan di kamar, berebah, membaca beberapa buku, nonton TV, main games, makan biskuit, dan aku sangat bahagia."

HAPPINESS IS THE LOWEST GOAL IN LIFE (Ust. Nouman Ali Khan)

Berikutnya

2. Mengejar kesetaraan (pursuit of cool)

Kelompok ini adalah kelompok yang mencari kesetaraan, persamaan, atau sama dengan yang lain. Istilahnya : yo, podo karo kancane.

Dan untuk bisa seperti yang lain, ini dibutuhkan lebih banyak usaha dari kelompok yang pertama.

~ seorang anak yang hanya ingin memakai sepatu ATT ke sekolah, karena semua temannya memakai sepatu ATT

~ seorang anak yang tidak suka memakai celana jeans, terpaksa memakai, karena temannya semua memakainya

Dan banyak contoh lainnya,

*Catatan : semakin ke bawah, maka usaha yang dibutuhkan untuk mencapainya semakin besar!!!!!

3. Pursuit of popularity

Popularitas atau menjadi terkenal adalah tujuan utama kelompok ini. Dan ketika Popularitas mereka menurun, mereka akan depresi.

~ seseorang posting gambar silly di fb, Twitter atau media sosial lainnya, demi LIKE.

~ seseorang komen sesuatu yang sarkastik di sebuah forum diskusi, demi perhatian

~ seorang wanita yang berdandan Ala pria, demi menjadi pusat perhatian

~ seorang artis berpenampilan sangat sangat super aneh, demi menaikkan pamornya. Dll..

4. Pursuit of prestige

Gengsi. Demi Gengsi seseorang akan melakukan banyak hal. Tak ingin ketinggalan jaman. Harus up to date dan kekinian.

~ seseorang rela kredit rumah berpuluh-puluh tahun, demi Gengsi, karena teman-teman mereka juga melakukan hal yang sama. Padahal sebelumnya tinggal di kos pun bahagia, tidak menanggung hutang (yang buuanyak) bahkan masih bisa menabung

5. Pursuit of money

Super duper workaholic people. Mereka tidak peduli dengan penampilan, dengan kendaraan, atau dengan yang lainnya. Yang ada di pikiran mereka ada bagaimana meningkatkan penghasilan. Mereka hanya akan makan sekadarnya demi mengganjal perut. Tipe orang
Seperti ini sangat fokus dengan tujuan mereka.

*Catatan : semakin ke bawah, semakin sedikit orang yang berada di lingkaran tersebut

6. Pursuit of excellence

Become number one is their ultimate goal. Selalu ingin menjadi juara dalam hal apapun. Tak pernah ingin kalah. Kekalahan = depresi. Semangat mereka sangat tinggi Dalam mencapai tujuan mereka.

7. Pursuit of impact

Tujuan hidup mereka adalah Bisa bermanfaat bagi orang lain. Mereka tidak ingin hanya hidup demi mereka sendiri. Mereka ingin hidup untuk orang lain, melayani orang lain, berguna bagi orang lain. Jenis kelompok orang-orang yang sangat mulia

( Pak Ghobin, contoh, dan masih banyak yang lainnya)

*Catatan : people of impact juga tergolong people of excellence, hanya bedanya people of excellence hanya untuk diri mereka sendiri.

8. Pursuit of the ultimate truth (last)

Kisah seseorang : Amir

Amir bekerja di sebuah perusahan. Dengan usaha serta kerja kerasnya, karirnya semakin naik, terus dan semua orang sangat puas juga bangga akan prestasinya. Keluarga senang, semua kebutuhan, apapun ada.

Hingga, dia merasa hampa dengan semuanya. Semua seolah sangat mudah dia dapatkan. Tak ada lagi hal yang mampu membuat hatinya senang atau terkesima. Merasa tak berarti lagi melakukan itu semua.

Dan, dia mengambil keputusan, keluar dari perusahan, dan pergi ke sebuah desa. Membangun sebuah sekolah gratis khusus anak-anak yang kurang mampu dan yatim piatu. Dia mengajari mereka apapun, ketrampilan juga ilmu yang bermanfaat untuk mereka kedepannya.
Bersama anak-anak tersebut dia menulis banyak buku, sebagian dijual sebagian juga disebarkan secara gratis. Hingga sekolah yang dia dirikan semakin besar dan terkenal. Banyak orang memberikan donasi untuk kemajuannya.

Dan, ketika sebuah pohon telah menjulang tinggi, angin yang menerpa juga semakin kuat.

Seseorang datang kepada mereka, menawarkan donasi yang cukup banyak. Namun sebagai balasan, mereka inginkan mereka ( Amir dan sekolah) melakukan sesuatu untuk pemberi bantuan tersebut.

Namun dengan yakin, Amir tak akan mencampuri organisasinya dengan uang haram. Percaya hanya pada-Nya yang akan memudahkan segalanya. Percaya pada kebenaran yang harus dia perjuangkan.

Amir itu sholeh
Amir itu bijak
Amir itu taat
Jadilah seperti Amir.  :)  :)  :)

DAN KESIMPULAN :
Ketika kita dalam masa mengusahakan sesuatu yang menjadi tujuan kita, Allah memberi kita KEBAHAGIAAN.

HAPPINESS IS A GIFT FROM ALLAH as a side benefit from what we are pursuing.

Semakin tinggi hal yang kita tuju, semakin tinggi tingkat kebahagiaan kita. :)

Pesan Ust Nouman :

Paling tidak, sebagai Muslim, kita harus punya niat untuk menjadi kelompok pursuit of impact. Paling tidak. Setidaknya kita sudah meniatkannya. Berusaha sebaik mungkin, melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan. Masalah hasil, itu tetap di tangan Allah SWT.

Ingat : Allah menilai kita dari USAHA KITA bukan dari HASILNYA.

JANGAN BERHENTI BERUSAHA!!!

*sumber : youtube
(Nouman Ali khan : Between the lines)