Kata TERIMA KASIH,
memiliki makna yang sangat sangat luar biasa. Bukan hanya maknanya, namun juga
dampaknya terhadap perasaan kita.
Jika udara adalah
kebutuhan utama tubuh kita, maka rasa terima kasih adalah kebutuhan utama
pikiran kita.
Terimakasih atas
segala hal yang telah diberikan pada kita. Sering kali kita terlalu
menyepelekan hal-hal yang TELAH melekat pada kita, dan take it for granted. Dan
rasa syukur itu hanya akan terucap kala kita kehilangan hal tersebut, misalnya
(ini belajar wisdom lewat hal yang terpahit)
By three methods we may learn wisdom : First, by reflection, which is the noblest; Second, by imitation, which is the easiest; and third by experience, which is the bitterest.
(Confucius)
Pengalaman pribadi,
saya pernah sakit telinga, rasanya pendengaran terganggu, dan sangat tidak
nyaman. Kalau pas naik motor, itu rasa tersiksanya berlipat, karena tertutup
helm sang telinga, maka semakin parah terganggunya, mendengarkan sesuatu jadi sulit, bahkan ngobrol harus sangat
dekat-dekat baru bisa terdengar jelas perkataan lawan bicara. Namun, sungguh,
Terima kasih, Allah kembalikan kemampuan mendengar seperti sedia kala. Lewat iktiar berobat, akhirnya, sembuh.
Itu contoh hanya
satu. Satu saja bagian dari anggota tubuh kita yang fungsinya di
"kurangi" oleh Allah. Betapa kita sudah kebingungan dibuatnya. Lalu
bagaimana dengan anggota tubuh kita yang lain? Sudah pernahkah kita
mensyukurinya? Atau hanya sekadar 'nyadar' akan itu semua tidak bisa kita
remehkan akan betapa bermanfaatnya semua itu.
NEVER. NEVER. AND
NEVER, TAKE THOSE THINGS FOR GRANTED.
Kita diberi itu
semua, utuh, lengkap, berfungsi dengan baik. Allah memiliki tujuan tertentu,
tujuan yang jelas. Karena di luar sana, betapa banyak orang-orang yang tak memiliki anggota tubuh
yang lengkap seperti yang kita miliki.
Lets make a list :
- Anggota tubuh yang lengkap
- Dan sehat
- Pikiran yang bisa dipakai sesuai fungsinya
- Keluarga kita
- Teman kita
- Hidup di sebuah negri yang aman
- Sebuah kepercayaan, yang benar-benar kita yakini
- Waktu dan kesempatan untuk menuliskan ini, disini
- Lalu, nikmatnya yang manakah, yang kan kau dustakan?
- Keluhan apa yang ingin kau utarakan?
- Kehilangan sesuatu apakah yang kau ratapi dengan ratapan yang berlebihan?
- Apakah kehilangan itu tergolong sesuatu yang membuatmu berada disebuah keadaan hidup dan mati?
- Apakah kehilangan itu tidak ada hal lain yang bisa kau jadikan subtitude?
- Bahkan baking, gak ada telur, kamu bisa menggunakan pisang saja.
- Kehilangan, sebenar-benarnya kehilangan adalah ketika kau kehilangan hal paling penting dari segala hal
- Yaitu IMAN
Berterimakasihlah,
detik ini. Kau masih diberi kesempatan, untuk berterima-kasih, mengingat segala
hal yang diberikan padamu, you just can't - CAN NOT - take it for granted. You
can't.
Terimakasih atas
semuuaanya. Terimakasih. Terimakasih.
Dan akhir kata,
terimakasih telah mau membaca rasa terimakasih ini. Semoga kita termasuk
orang-orang yang senantiasa mampu berterimakasih.
Terima kasih :)
