Kritik Itu ...

Ketika ada yang memberikan Kritik kepada kita, Kritik itu bisa berupa komen pedas, asin bahkan pahit. Coba kita lihat dari sudut pandang Sang Bijaksana.

Orang-orang Bijaksana melihat sebuah Kritikan sebagai sebuah harta yang tak ternilai harganya. Karena sebuah Kritikan bisa digunakan sebagai Bahan renungan untuk memperbaiki diri.

Cara menyikapinya kita tenang saja dengan komen tersebut. Namun dalam ketenangan kita berpikir, "apa iya, benar yang dia katakan? Jangan jangan aku seperti itu?"

Kita sendiri yang paling tahu lubuk hati kita, setelah Allah. Kita jujur sama diri sendiri dalam menjawab pertanyaan itu.

Misalkan jawaban yang kita simpulkan ternyata Iya, "Iya juga, ternyata aku punya sifat buruk itu"

Maka tugas kita merubahnya. Kita benahi diri kita. Dan ditambah kita bersyukur pada Allah, lewat si nyinyirin tadi kita tahu sifat jelek kita yang bisa kita benahi. Karena sifat jelek itu sering kali kita tidak bisa melihatnya sendiri. Dan semua orang punya sifat jelek. Punya keburukan. Semuanya tanpa terkecuali.

Ketika ada orang yang menunjukkannya pada kita, respon kita haruslah berterimakasih bukannya marah. Terima Kasih sekali mau menunjukkannya padaku.

Istilahnya Patrick Bet David, itu seperti NUGGET GOLD. Emas Murni. Kritik saran itu di ibaratkan emas murni, karena begitu berharganya.

So, bersyukurlah, bersyukur dengan adanya nyinyirin dan nyinyirian yang membantu kita untuk bisa lebih baik lagi.

Semangat memperbaiki diri.

🌱🌱🌱