Something Implicit

 PERSEPSI

Satu dari beberapa kata yang cukup lama mampu menjadi sebuah highligh dari beberapa kejadian yang cukup menggelitik perut. Dengan mengubah persepsi atau cara pandang terhadap kejadian yang ada dihadapanku, arti dari kejadian tersebut juga berubah. Dan bagaimana hal tersebut memberikan efek pada perasaanku juga berubah. Dan selanjutnya lagi, pelajaran yang diberikan juga berubah.

Contohnya, caraku mengubah persepsiku terhadap seorang yang kurasa seorang hater. Kulabeli demikian pasti juga karena kata-kata mereka yang memberikan indikasi demikian. Padahal belum tentu juga. karena mungkin saja, caraku dalam menerjemahkan apa yang mereka katakan itu keliru. 

Namun jika aku mau menyisihkan sebentar saja emosiku dalam hal ini, dan melihatnya dari kaca mata orang lain. Dan itu yang kulakukan sebelum menuliskan atau mendokumentasikan tulisan ini. supaya kelak jika hal yang sama terulang, maka tinggal buka saja dokumen yang telah kutelaah.

Pernah membaca sebuah quote, yang intinya haters itu sebenarnya seorang fans. yang jadi pertanyaan, bagaimana bisa???

Beginilah bagaimana bisa kok seorang haters itu justru big fans kamu.

  1. Mereka adalah Relawan Konsultan
    sebenarnya lucu ketika aku mendengar poin ini. 

    "Ketika seorang haters melemparkan sesuatu (komentar) mereka akan mencari sesuatu yang benar yang ada dalam dirimu" - Patrick Bet David

    Untuk bisa menelan pil satu ini, maka kamu perlu menyisihkan egomu. Dan mau melihatnya dengan objektif. Atau bisa juga dengan bertanya pada hati kecilmu, "Iyakah aku demikian."
    Jika iya jawabannya, maka kamu punya PR baru untuk memperbaiki dirimu sendiri. Dan seharusnya memang bersyukur jika mau sedikit saja dewasa melihat hal seperti ini.

    Namun jika jawabannya tidak, maka move on.

  2.  Mereka hanya bingung dengan pandangan mereka terhadapmu.
    Mereka kurang yakin antara membencimu atau sungguh tertarik padamu. and most likely the latest. WHY?

    Katakan kamu punya website favorit tempat kamu membaca sebuah novel atau komik. Dan ada komik yang jadi favoritmu yang senantiasa kamu tunggu update-nya. padahal kamu tahu bahwa komik tersebut update seminggu sekali pada hari tertentu yang sudah melekat di kepala, namun masih saja kamu coba buka di hari yang kamu tahu bukan hari update-nya. WHY? Karena kamu berharap ada episode baru.

    Yang jadi pertanyaan, apakah jika kamu tidak menyukai komik tersebut kamu akan membukanya? Ngapaiiiiin coba?
Bagaimana jika dilihat dari persepsi lain?
  1. "Rosul ada yang membenci. Nabi ada yang membenci. Ustadz, Ulama ada yang membenci. Kamu? Rosul bukan. Nabi bukan. Ustadz bukan. Ulama bukan. tidak mau ada yang benci?? memangnya Anda siapa?" - Ustadz Adi Hidayat

  2. Belajar dari Nabi Yusuf As.
    Jika ada manusia yang bisa komplain tentang personal injustice itu adalah Nabi Yusuf. why?
    -
    Sejak kecil, tanpa ada salah apa-apa dibenci oleh kakak-kakaknya, dan dibuang ke sumur.
    - Ditemukan oleh orang dijual sebagai budak.
    - Difitnah, dan masuk penjara. 
    => Dan disinilah belajar optimis, setelah menjalani berbagai kesedihan, akhirnya Beliau menerima Balasan kebahagiaan.

  3. Ada sesuatu yang kamu tidak tahu.
    Dari kisahnya Nabi Khidir dengan Nabi Musa AS. Nabi Musa sungguh diperlihatkan sesuatu yang sangat jauh dari logika yang bisa dicerna beliau AS. Padahal Nabi Musa sendiri seorang nabi. Lha kamu?

    Ada sesuatu yang mungkin kamu ga tahu yang jadi rencana الله dibalik kejadian yang kamu alami. Bisa jadi kamu sekarang melihatnya sebagai sesuatu yang kurang kamu suka, namun kamu tidak tahu jika ternyata kamu akan memandangnya berbeda suatu saat nanti. 

Kesimpulan : Belajar melihat sesuatu dari berbagai sisi itu memperkaya  sudut pandang dan melatih diri untuk lebih bijak dalam menyikapi sesuatu. Memang perlu latihan. Dan untuk itu الحمدلله atas kesempatan yang الله berikan.